Artikel

Senin, 15 April 2019

Writing about You!!!!!!!!



Sekian lama blog tak terurus, dan kali kubuk untuk menuliskan sesuatu untukmu C!!!!!

Dimohon  ketika membaca ini kamu putar lagi ini Float - Sementara



Benar kata orang, otak akan bekerja lebih ketika dia ada masalah dan mengeluarkan apa yang ada dipikirannya.



Mungkin tulisan ini tidak akan pernah pernah kamu baca, karena seingatku kamu sedang marah.
Namun percayalah, itu jauh dari cukup untuk membuat aku menyerah.
Seingat aku, cinta kita ini besar. Lebih tinggi dari selasar. Kita pernah saling dilupakan, masing-masing mencoba mencari jalan yang lain, dan berakhir tersasar. Kita, akhirnya saling mengingatkan, mengikuti setitik demi setitik cahaya hati yang menyerupai menara suar.
Seingat aku, sayang kita ini agung. Lebih indah dari lembayung. Kita pernah saling dihilangkan, masing-masing mencari lautan baru untuk dilarung, berakhir terkatung-katung. Kita, akhirnya saling menyelamatkan dari gelap dan dalamnya palung.
Seingat aku, rindu kita ini suci. Lebih hangat dari mentari pagi. Kita pernah saling membuat luka, masing-masing mencari penawar untuk obati. Kita, akhirnya saling memperjuangkan kembali, selangkah demi selangkah lewati panasnya yang melebihi Gurun Kalahari.
Seingat aku, kasih kita ini kuat. Lebih luar biasa dari Angkor Wat. Kita pernah saling ditinggalkan, masing-masing mengikuti cahaya yang salah kemudian tersesat. Kita, akhirnya saling menemukan, membebaskan diri dari mereka yang hanya sesaat.

Tentang kita, memang selalu sedahsyat itu.

Terima kasih telah menjadi rumah melalui tatapan lembut itu.Terima kasih telah menjadi selimut melalui dekap hangat itu.Terima kasih telah menjadi separuh mimpiku.Terima kasih telah menjadi sekarangku. 
Percayalah, hati, lebih dari ini pernah kita lalui. Jangan henti di sini.
Kita lebih tangguh dari ini. Ayolah. Aku tahu benar akan hal itu.

Sekarang, genggam tanganku.Tidak akan pernah aku lepaskanmu.Temani aku mewujudkan separuh lagi mimpiku. Menghabiskan sisa hidupku, bersamamu.


tumblr_m7wv1c4v251qjt4k8o2_500
Sayang, badai ini akan terus datang. Yang harus kita lakukan bukanlah menunggu badai reda, tapi genggamlah tanganku, mari sama-sama menari lewati hujan.

Untuk Cinde,
dengan cinta.
Gelar Tikernya »

Kamis, 26 Januari 2017

Rektor UII Mundur ?




Assalamualaikum wr. wb


Malem semuanya gaessss, udah lama gue gak nulis yaaah ada 1 tahun mungkin. Ini aja baru bersihin sawang sama debu di postan gue sebelumnya. yaah itung2 beres-beres malem dah yah haha.

dan timing gue keluar dari habitat pun gak pas banget, MALEM JUMAT. Udeh kayak makhluk sesaaaat yak muncul diwaktu yang tidak diinginkan.
Tapi ada hal penting yang pingin gue sampein ke kalian makanya gue sempetin untuk muncul dimari untuk berbagi cerita indah namun ada arti.

Langsung aja yaak gak usah pake lama.......CEKIBROOOOT
.
.
.

Untuk kalian yang belum tau, gue adalah mahasiswa UII yang belakangan ini kampus gue lagi terkenal banget sejogja bahkan se-indonesia mungkin. bukan karena prestasi baik di kancah nasional maupun internasional, melainkan 'prestasi' menghilangkan nyawa kawan kami, sodara kami beberapa hari yang lalu. Tiap hari masuk line today terooos bosh, kampus lorang mana pernah coba.


Efek domino dari kejadian ini bisa ditebak bukan? yaaak pak rektor gue pak Harsaya a.k.a pak Harsoyo siang tadi mengundurkan diri dari jabatannya. Gue yang lagi minum kopi panas mendadak minum pake idung karena shock baca beritanya. Idung, mulut sama hati gue sakit diwaktu yang bersamaan. ini lebih sakit diphp-in gebetan, dosen sama ciki karena gak dapet tazos.

Dan magrib tadi berita buruk sampe dikuping gue. pak Warek 3 pak jamil mengundurkan diri. yak ternyata orang baik cobaannya banyak. nah disini gue mau ngebahas khusus pak rektor yang sederhana dan bersahaja dikalangan mahasiswa.

Sampe ada petisi menolak mundurnya pak rektor. Itu kalo rektornya punya kelakuan kaya suku indian gak bakal muncul petisi tersebut. Dah pasti kan attitude dan keseharian beliau lah yang menggerakan mahasiswa untuk membuat sebuah petisi tersebut.


Dr. Ir. Harsoyo M,Sc. itu nama lengkapnya dengan tiga gelar sarjananya. Gue tau beberapa hal tentang beliau tapi gue gak yakin pak harsoyo bakal tau gua apa kagak yah. apalah gue cuma keset welcome yang sering diinjek2. balik lagi ke topik utamanya. gue tau pak rektor ini adalah pribadi yang bersahaja dan sederhana diliat sepintas pun kalian pun pasti bakal bisa nilai langsung bapaknya.


Ada satu hal yang bikin gue respect + bangga sama beliau. Solat berjamaah di masjid gak pernah absen dan sering i'tikaf di masjid. Walaupun gue jarang solat di di masjid kampus, tapi beberapa kali gue solat disono pasti ketemu beliau. Datang awal pulang akhir. Bahkan disetiap fakultas dipasang toak biar setiap adzan para mahasiswa sama dosen bisa berangkat ke masjid. ini ide pak harsaya aka pak harsoyo.

Jangan berani elo nuduh kalo itu pencitraan, dia ngelakuin jauh sebelum menjabat apapun dan jauh sebelum elo menepuk dada dengan pencitraan elo serta semua kesibukkan elo konsolidasi berebut jabaran publik dana jabatan di kampus. 


Ada juga yang bilang kalau beliau tidak menggunakan fasilitas kampus untuk berpergian. sering juga gue kalo lagi kekampus pak rektor ini keliling kampus dengan jalan kaki beralaskan sendal swallow gocengan itu bah. Sempet jadi bahan ledekkan sama kawan gue sewaktu liat bapak 

"tuh rektor elu jalan kaki, kasih tumpangan sana coeg"

"rektor elu tuh kasian masak jalan kaki keliling bah"

yah obrolan-obrolan guyon sehari-hari buat bahan candaan kita.
kangen masa itu ketika kasus sepelik dan se-drama ini menyerang desa konoha dan hogake kita.

Bener kata pepatah sunda si aceng petot "semakin tinggi pohon sengon semakin banyak yang nimpukin pake batu batako". 
Kejadian Diksar beberapa hari yang lalu membuat 'pohon sengon' tersebut goyang cukup kencang seperti zaskia gotik lagi manggung di pantura. Kejadian oknum sok jagoan merenggut 3 nyawa sekaligus. 3 lho 3 tiga bah. Nyawa apa gorengan itu bisa sampek tiga ilang.


inilah alasan utama pak rektor dan wakil rektor mengundurkan diri dari jabatannya semata-mata untuk melindungi mahasiswa. Mereka rela pasang badan untuk kasus ini. Bukan lembaga tertinggi Universitas yakni DPM U yang katanya menganut SG (Student Government) yang kekuasaan ada pada mahasiswa itu sendiri. Entah apa yg diaroang lakuin. Positif thinking aja mungkin mereka lagi belajar buat remediasi, atau lagi KKN atau mungkin lagi nyebokin pantat godzila.
Kami cuma butuh kalian berkomentar atau keluar dari habitat kalian, jangan malah sembunyi ketika ada masalah sedemikian pelik ini. Butuh kejelasan. Jangan jadikan kami hanya sebatas alat untuk pemilwa saja, muncul karena butuh suara kami.


Kasus ini membuat malu kami pak. Tapi kami bangga punya hogake yang selalu tegar menghadapi berbagai reaksi dari media, mengayomi tanpa menghakimi, dan dengan bijaksana mengakui kesalahan.


Sejujurnya saya -- dan segenap mahasiswa UII -- masih berharap jenengan bersedia memimpin kami hingga masa bakti usai. Satu lagi saya berharap bapak masih mau menjalan kan sisa jabatan karena kalo bukan jenengan yang mindahin toga saya siapa lagi pak? 


Namun jika memang sudah menjadi keputusan bulat dari bapak yang tentunya pilihan sulit dari beberapa pilihan, kami dengan berat hati merelakan dan mengikhlaskan dengan pengunduran diri bapak. Etika malu yang bapak junjung tinggi ini tidak bisa ditemui oleh pemimpin indonesia manapun, Salut saya pak. Dan pada akhirnya, kami hanya bisa meminta maaf. Maafkan kami jika noda yang kami ciptakan di pakaian putih bapak harus menyebabkan bapak melepaskan apa yang sedang bapak pakai dengan kerendahan hati dan kemuliaan bapak.


Bapak pernah berpesan, bahwa segala upaya bersumbu pada keikhlasan dan tawakkal. 


Terimakasih untuk segala usahanya pak. Maafkan kami sekali lagi pak sehingga seluruh beban berada di pundak bapak. Maafkan kami yang membuat bapak tidak bisa istirahat sebagaimana mestinya.


Teruntuk adik-adik kami yang menghadapa ALLAH, semoga khusnul khotimah. Berat rasanya mendengar kabar kepergian kalian secepet ini, tapi kami berbaik sangka bahwa Allah lebih sayang kalian. Banyak dari kami disini yang tidak sempat mengenalmu, tetapi diam diam meneteskan air mata sembari mendoakan segala kebaikan untukmu, kami akan memastikan hakmu atas keadilan kau dapatkan. Semoga keluarga kalian diberikan kesabaran dan ketabahan yang lebih dalam cobaan ini. Aamiin


Terimakasih Pak Rektor dan Wakil Rektor3,



Dr. Ir. Harsoyo M,sc dan Dr. Abdul Jamil, SH


Allah mboten nate sare pak. Ingat surah Al-insyraah ayat 5-6 pak.


Dari pemuja rahasiamu


Muhammad Arief Ferriyadi, Industri 2012

Gelar Tikernya »

Minggu, 17 Mei 2015

Jadian Kudu Nembak? Penting nggak SIh?




Nggak kerasa udah malem minggu aja, perasaan kemarin baru malem sabtu. Seperti biasa, gua sebagai penghibur kalian yang kesepian karena nggak pergi kemana-mana dan khususnya kalian para tuna asmara buat mengisi waktu kalian dengan hal negativ dengan baca tulisan gue malem ini. Tulisan yang bakala kalian rindukan disetiap malem minggunya.

Malem ini gue mau ngebahas tentang "Jadian kudu nembak? Pentingkah?". Meskipun gue sebagai tuna asmara juga yang selalu gagal sebelum menggebet tapi untuk pengalaman tentang dunia percintaan kayaknya gua udah expert. Dari banyaknya kegagalan yang gua capai (CONTOH: gagal minta no hp) tentunya pengalaman gue banyak. Gua tuh suka ngehadepin kegagalan dengan ini: "Lupain kegagalannya, ambil pengalamannya..".

Dari ocehan bau gua diatas tadi yang pengen gue tanyain sekaligus gue bahas ada tentang tembak menembak. Bukan nembak teroris yak tapi nembak gebetan. Menurut kalian, nembak dulu sebelum jadian itu penting gak sih? Kalo menurut gua, nembak itu nggak begitu penting. Kalo dalam istilah Islam ya bisa dibilang sunnah.. Alias gak wajib-wajib banget.. Kenapa? Nih alesannya:

1. Tumbuhnya rasa cinta gak bisa ditebak

Manusia kalo jatuh cinta biasanya ada getar-getaran di hati dari salah satu atau keduanya, kapankah itu? Mungkin pas ketemu awal kali, mungkin pas dinner pertama, atau mungkin pas razia gabungan dijalanan karena nggak bawa SIM jadi degdegan.

Yang anehnya, meski udah ngerasain hal serupa, sering meringis-meringis kuda kalo ketemu, senyum-senyum sendiri inget kejadian yang dilakuin bareng, merasa kangen yang hebat. Mereka bakal 'menahan' perasaan itu takut pihak satunya nggak ngerasain hal yang sama. Biasanya mereka menunggu pihak lain ngasih "lampu ijo" dulu, baru bisa berbuat lebih. Tapi ada kalanya karena ke dua belah pihak sama-sama nungguin "nembakan" dari pasangan, akhirnya mereka memendam rasa itu.. Sampe akhirnya rasa itu pudar, berlalu, dan hilang tanpa tau kemana hati ini melangkah.....

Yang gua gemesin adalah.. KENAPA SIH KUDU NUNGGU ADA YANG NEMBAK DULU?!

Kan kalo udah ngerasa cocok, ya udah jalanin aja.. Biarin semuanya ngalir.. Kalo ada pihak yang ngerasa nggak nyaman, pasti dia bakal mundur.. Pasti dia bakal menjauh.. Tapi kalo sama-sama nyaman, pasti dia bakal mengerti.. Pasti dia gak bakal aborsi disini, mungkin didukun sebelah baru aborsi......

2. Cinta Bukan cuma Status

Dulu gue pernah bilang ketemen gua kalo pacaran nggak kudu nembak. Terus banyak reaksi keras yang mau menghujat pemikiran radikal gua. Ada yang teriak-teriak sambil bakar skripsi lah, ada yang mau ngelempar binder dari 10 semester lah, ada yang mau DO gua lah. Banyak reaksinya dari kalangan ini. Beberapa dari mereka nanya dengan urat yang mau lepas dari leher mereka


"Lah ceng.. Kalo nggak nembak, gimana kita tau status kita?"

"Lah ceng.. Kalo nggak nembak, ntar diembat orang dulu dong?!"

"Lah ceng.. Kalo nggak nembak, ntar siapa yang mati?!....INI apaan WOY?!

Oke.. I realize, teenager souls won't get it..

Dalam hubungan manusia dewasa, acara tembak menembak menurut gue hanya formalitas semata. Karena kalo kedua belah pihak udah saling cocok, kenapa nggak dijalanin aja terlebih dahulu kan?

"Gimana ngerasainnya ceng?"

Sadar nggak sih, kita udah dikasih fitur oleh Tuhan yang bernama "perasaan". Nah, perasaan itu gunanya untuk menilai perlakuan si dia kekita itu gimana. Kalo kita nggak mau muna sih, pasti kita bisa bedain mana yang bener-bener sayang sama yang nggak. 

Masak iya sih kalian nggak sadar dia suka sama elo pas elo tau dia tiap hari rela nganter jemput elo di kampus? Nemenin di salon sampe muka dia mirip oli bekas? Nungguin dandan sampe jelek? Ngerawat elo pas lagi sakit? Bikinin makanan sampe rela belajar sama temennya? Kalo elo masih belom bisa nyadar dia sayang sama elo setelah ngeliat itu semua, artinya elo muna. Haus pengakuan. No Offense..

"Terus, kalo nggak pake nembak ntar kalo digantungin gimana?"

Nah, kalo kalian udah menyadari kalian sama-sama sayang, tentunya nggak ada lagi istilah "gantung-menggantung". Ini kan soal hati, gak bisa disamain sama jemuran emak-emak. Kalo kalian sama-sama cinta, tentunya kalian bakal bisa saling percaya, dan bisa saling menghargai kepercayaan satu sama lain tanpa saling menyakiti satu sama lain. Dan komitmen kalian lah yang menjadi pondasi untuk saling menjaga perasaan itu.

"Yaaahh.. ntar kalo tiba-tiba ditinggalin gimana?"

Semua hal pasti ada resikonya. Ada reaksi karena aksi. Orang pacaran kan juga ada potensi buat putus kan? Dan cara putus itu macem-macem kan? Ada yang putus baik-baik, meskipun di belakang udah booking dukun santet kelas aatas. Ada yang putus dengan membawa dendam. Ada yang ngilang gitu aja kaya ditelan bumi.. Pokoknya mah sama aja.. Kalo takut patah hati, ya jangan jatuh cinta donggg. Sama kayak kalo takut mati jangan hidup dongss. Lagian, bukannya mending ditinggalin pas masih pacaran, daripada ditinggalin saat udah punya anak sembilan?

3. Mau Pacarana atau jualan Kalender

"Ceng.. Kalo nggak pake acara nembak, gimana ntar ngitung Anniversary nya? Gimana ngitung berapa bulannya? Berapa minggunya? Berapa harinya? Berapa detiknya? Berapa weton-nya? Gimana Feng Shui-nya?"

Lo mau pacaran apa jualan kalender. Masih pacaran gini yodah sih jalanin aja. Nggak usah pentingin kuantitas waktunya tapi kualitas hubungan kalian yang harus di perhatikan. Kalo pacaran tanpa nembak aja kalian bisa saling jaga perasaan pasangan, apalagi ntar kalo udah diikrarkan di depan Tuhan? Kalo mau itung-itungan soal Anniversary, ntar aja.. Kalo nikah kan jelas, tanggal berapa nikahnya, tanggal berapa kawinnya.... Dan itu emang penting buat dirayain anniversary nya demi menjaga keharmonisan hubungan dalam keluarga. Bisa jadi contoh bagi anak-anak kelak, biar mereka tau sudah seberapa lama kalian bersama.. Asik kan? :')

Pesen gua sih:

"Cinta tak harus selalu di katakan? Tapi rasakanlah cinta itu dengan hati. Dan mending pas jadian nggak pake nembak tapi pas bubar ada kata perpisahan,... daripada pas jadian pake nembak, pas bubar malah tanpa pesan"

Yap.. Kayaknya itu aja yang mau gue omongin malem ini. Gua tegasin lagi, ini cuma opini gua. Gua nggak ngajak kalian buat ikutan berpikir hal serupa. Jadi, gua nggak butuh jawaban setuju atau enggak. Lagian, itu kan pemikiran gua sebagai seorang Tuna-Asmara yang sedang mencari pendamping..

Jadi, kalo gue suka sama cewek, gue lebih milih untuk melakukan apa pun yang kayaknya bisa bikin dia bahagia dan tersenyum. Tanpa perlu mengumbar kata-kata. Menunjukan isi hati dengan perbuatan, bukan cuma lisan. Lebih suka langsung mengunjunginya di saat rindu, daripada cuma mengetikkan kalimat-kalimat sendu...

BYE!















sumber :Sumber



Gelar Tikernya »

Sabtu, 09 Mei 2015

Malam Minggu: Realita vs Harapan




Malem minggu akhirnya dateng lagi. Malam paling horor bagi kami para fakir asmara. Di setiap malam Minggu setiap orang selalu punya harapan masing-masing… terutama yang jomblo. Harapannya sendiri nggak jauh dari rencana buat main atau jalan. Ada yang berharap jalan bareng pacar, ada juga yang berharap jalan bareng kawan bahkan ada juga yang berharap jalan bareng mbak-mbak penjaga kantin. Yah memang, yang namanya harapan itu selalu indah untuk dirasakan. Apalagi harapan bisa nikahin Chelsea Islan, memulai kehidupan baru, 2 anak cukup laki perempuan, abis itu gua bangun dan tersadar bahwa ini cuma mimpi..... #SHIT

Tapi, terkadang harapan selalu berbanding terbalik dengan kenyataan. Harapannya kepengin gini, tapi kenyataannya malah begitu… dan cenderung pahit biasanya. Harapan nikah sama chelsea islan, malah nikah sama Aslan Narnia. Harapan jalan sama gebetan, kenyataannya jalan sama Titan. Harapan bisa genggam tangan kenyaataannya genggam sabun bantangan...

Nih, kayak yang di bawah ini nih:

Harapan: Berkeliaran di Mal, Kenyataannya: Berkeliaran di Timeline
Tempat tujuan yang paling banyak diminati oleh orang pas malam Minggu adalah mal. Walaupun gak ada tujuan yang jelas, biasanya mereka tetap memaksakan pergi ke mal. Ya walaupun ujung-ujungnya cuma nongkrong, makan, belanja, atau ngeliatin paha-paha diobral gratis.

Tapi kenyataannya, banyak sekali orang yang harapannya pas malem Minggu mendatang bisa berkeliaran di mal, eh ujung-ujungnya cuma bisa berkeliaran di timeline. Biasalah penyebabnya, palingan juga gara-gara nggak ada yang mau nenenin eh typo nemenin.


Bisa kami tebak, pasti yang sering ngalamin kayak gini kaum jomblo-jomblo tanpa arah.

Harapan: Jalan-Jalan ke Suatu Tempat, Kenyataannya: Jalan ke Minimarket Balik Lagi
Hal yang paling sering diharapkan oleh sebagian orang (terutama cewek-cewek) di malam Minggu adalah jalan-jalan. Entah itu ke mal kek, tempat makan kek, pasar malem kek, ke palestina kek jualan betadine asalkan mereka bisa ke luar rumah, hal itu merupakan suatu kegiatan yang menurut mereka sangat menyenangkan. Apalagi dibeliin tas sama gebetan, yang tadinya nggak bisa jadi iyaaaa......

Tapi sayangnya, kadang harapan cuma sekadar harapan. Kenyataannya palingan juga jalannya ke warung atau minimarket depan, jajan, terus balik lagi ke rumah ngjogrok aja sambil ngeliatin laptop nyala.

Harapan: Jalan Sama Temen, Kenyataannya: Temennya Jalan Sama Pacarnya
Jomblo-jomblo terkutuk pasti akan makin terdzalimi ketika mereka jalan sendirian ke suatu tempat, misalnya mal. Ngeliatin orang berpasang-pasangan bakal ngebuat mereka kena serangan jantung mendadak. Sudah menjadi pemandangan yang sangat lazim ketika orang pacaran pada pegangan tangan, dan para jomblo pun hanya bisa pegang...........

keimanan sampai akhir hayat B) 

Maka dari itu mereka selalu mengusahakan ke mana-mana dengan teman mereka, biar nggak keliatan ngenes. Tapi sayangnya, ketika mau ngajak jalan temannya, eeeh temannya malah jalan sama pacarnya.

Pahit... Pahit.

Harapan: Jalan Sama Pacar, Kenyataannya: Nggak Punya Pacar
Malam Minggu adalah waktu di mana yang punya pacar sayang-sayangan di flyover, dan yang jomblo kayang-kayangan di tengah jalan. Yang punya pacar nonton di bioskop, dan yang jomblo nonton di laptop. Yang pacaran makan malam pake shushi dan yang jomblo makan pake mie. Sama namun beda tipis.

Mereka, kaum jomblo, setiap malam Minggu selalu berdoa agar hujan selalu turun di malem minggu. Mereka nggak mau merasakan kepedihan dan menyaksikan tidak adanya tenggang asmara. Ritual-ritual macem ini udah ada sejak firaun pedekate sama cleopatra. Pokoknya minggu depan tidak merasakan nasib yang sama dengan yang mereka alami di setiap malam Minggu. Tapi apa boleh buat, ujung-ujungnya ya sendirian lagi. Iya sendirian lagi. Nggak ujan lagi nggak ujan lagi.....

Yes the end of the post. Semoga kalian masuk kedalam golongan yang mempunyai kenyataan secerah harapan. kalo ada yang lain bisa dong ditambah dicomment box. CAIYOOO!!!!



Gelar Tikernya »